GRN Rayakan Natal Bersama Korban Tsunami Mentawai

Image by : bali-news-views.blogspot.com
Gempa bumi disertai Tsunami yang mengguncang kepulauan Mentawai pada Tanggal 25 Oktober 2010 malam masih menyisakan duka mendalam untuk Indonesia. Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat korban meninggal mencapai 450 orang dan pengungsi mencapai 15.353 jiwa pada masa tanggap darurat.
Pada tahap tersebut Global Rescue Network (GRN) beserta beberapa Organisasi Kemanusiaan lainnya yang tergabung kedalam Posko Satu Rasa melakukan operasi rescue di daerah Pagai Selatan selama kurang lebih 2 minggu. Kegiatan yang dilakukan adalah operasi medis dan distribusi logistik pangan dan non pangan.
Setelah berada di Jakarta terbesit ide dari Lody Korua (Koordinator Operasi Tsunami Mentawai/Wakil Ketua GRN ) untuk kembali ke Mentawai merayakan Natal bersama masyarakat korban Tsunami. Beberapa Organisasi Kemanusiaan yang pernah tergabung dalam Posko Satu Rasa pun kembali diajak bekerjasama. Ide ini pun mendapat banyak dukungan. Beberapa Organisasi menyatakan bergabung, diantaranya Komunitas Pecinta Alam AGRIKA, Maranatha Social Service and Crisis Centre (MSSCC) Bandung, Sekolah Alam Minangkabau Sumatera Barat, Posko Merah Putih Jakarta, SURFAID International Sumatera Barat, dan ORARI. Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat. Bahkan BPBD memberikan dukungan kendaraan operasional berupa motor trail untuk dipergunakan selama kegiatan. Kegiatan ini sendiri di gagas berdasarkan keinginan untuk berbagi kebahagiaan di hari Natal bersama korban bencana Tsunami di Mentawai.Bentuknya kebahagiaan itu diaplikasikan menjadi beberapa kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam rapat koordinasi diputuskan yang akan menjadi Koordinator Lapangan adalah Ade Edward dari BPBD Sumbar (Ketua BPBD Sumbar). Kegiatan yang akan dilakukan adalah pelayanan kesehatan berupa pengobatan gratis, pembagian paket bantuan pangan, dan pelayanan trauma/trauma healing korban Tsunami. Kegiatan ini sendiri rencananya akan berlangsung selama kurang lebih 1 minggu.
BERBAGI KEBAHAGIAAN NATAL
Pada tanggal 22 Desember 2010 Tim Relawan Satu Rasa bergerak menuju Mentawai. Tiba di Mentawai, tepatnya di Pelabuhan Sikakap Pagai Utara Tim Satu Rasa langsung menuju ke Posko SURFAID International untuk loading barang sementara sambil melaporkan keberadaan GRN ke Posko Padang dan Jakarta sekaligus ijin penggunaan frekwensi emergensi ke ORARI.
Keesokan harinya (23 Desember 2010) Tim berangkat menuju ke Pagai Selatan untuk kemudian merapat ke Km. 32 yang direncanakan akan dijadikan Posko selama berada di Pagai Selatan. Selain motor trail, digunakan pula 2 unit kendaraan berupa truck charter untuk menunjang pergerakan Tim. Hari ini kegiatan di fokuskan untuk setup posko, jalur komunikasi,logistic, dan assessment.
Setelah mendapatkan data yang cukup, pada tanggal 24 Desember Tim mulai bergerak untuk memberikan pelayanan kesehatan, pemberian paket logistik serta pelayanan trauma di Desa Mounte Kecil. Kemudian ke Desa Sabiret keesokan harinya.

Dalam perayaan Natal tahun ini masyarakat Pagai Selatan merayakannya di Desa Bulasat yang terletak di Km. 37. Gereja yang dibangun darurat terbuat dari kayu dan beratapkan terpal. Dengan kondisi tempat yang bisa dibilang tak layak seperti ini tetapi tak mengurungkan niat masyarakat untuk tetap menghadiri perayaan Natal.
Selesai mengikuti acara Natal, Tim langsung berkemas dan kembali bergerak ke Dermaga Polaga Pagai Selatan untuk menunggu kapal yang akan menyeberang ke Pelabuhan Sikakap. Dalam skenario yang telah disepakati daerah operasi berikutnya adalah Pagai Utara.
26 Desember 2010. Waktu menunjukkan pukul 09:00 WIB. Setelah sarapan pagi Tim bergerak menuju Desa Takako Dusun Kaute untuk melakukan pelayanan kesehatan, pemberian paket logistik dan trauma healing. Di Desa tersebut ada beberapa Gereja dan rumah yang dikunjungi karena banyak masyarakat yang mengalami keluhan tentang kesehatan.
Kegiatan di Pagai Utara ini dilaksanakan sampai tanggal 29 Desember 2010.
Berikut data operasi pelayanan kesehatan :

GRN mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Principal, Teachers dan Parents Global Jaya School yang telah membimbing seluruh siswanya untuk memberikan dukungan material pada kegiatan ini.
Sumber : GRN/Sofyan
11 Januari 2011Atek


