Archive

Archive for November, 2010

Operasi Mentawai & Merapi (II)

November 15, 2010 Leave a comment

Dua minggu lebih Tim Global Rescue Network melakukan operasi kemanusiaan di Mentawai dan Merapi. Tim evakuasi dari Global Rescue Network Sumatra Barat mulai melakukan evakuasi sejak 27 Oktober hingga 5 November di 8 desa di kepulauan Mentawai. Mereka pergi ke lokasi kampung-kampung pesisir dengan menggunakan perahu walau kerap harus terkendala karena cuaca buruk. Setelah mengevakuasi dan menguburkan korban di Desa Sabeu Gunggung, Pagai Utara pada tanggal 28 Oktober, esoknya tim menemukan desa Pasapuat, Saumanganyak dalam keadaan hancur dan belum didatangi tim penolong. Sebagaimana yang dilaporkan Kibe, koordinator Lapangan GRN Sumbar, kendala cuaca buruk yang sering menghambat dan membuat logistik menumpuk di pelabuhan.  Hal ini membuat tim menyiapkan tim darat dengan kendaraan 4X4.  Dengan fasilitas KRI, kendaraan 4×4 diberangkatkan dari Jakarta 29 Oktober, namun tidak dapat mendarat di Sikakap karena ombak terlalu tinggi.

Tim darat mengusulkan kepada BPBD Bapak Ade Edward untuk melakukan distribusi bantuan dalam rapat koordinasi di Padang dan Sdr Lody Korua diangkat menjadi koordinator distribusi darat dengan tugas mengkoordinir tim offroader lainnya dari Sumatra Barat. Banyak kendala non teknis yang dihadapi tim hingga baru dapat melaksanakan tugasnya mulai tanggal 11 November. Saat ini tim membantu distribusi logistik di daerah Bulasat, Pagai Selatan.  Distribusi logistik berjalan lancar karena terdapat jalan mulus yang membentang, namun sistem pembagian distribusi yang masih perlu dibenahi.

Sementara posko GRN di sekitar Merapi yang mulai aktif sejak 28 Oktober mengalami perpindahan sebanyak 3x dari Desa Ndeles, Klaten yang terletak dalam radius 4 km dari Merapi, kemudian berpindah ke desa Selo, Cepogo, Boyolali dan demi pertimbangan keamanan posko dipindahkan ke lokasi yang dianggap sangat aman yaitu di bandara lama Adi Sumarno. Tim medis GRN yang terdiri dari dokter dan paramedik dari Yarsi bahu membahu bersama tim medis dari Paiton dan Newmont di minggu pertama. Dengan bantuan ambulans dari LSM Diam, tim berkeliling mendatangi posko pengungsi dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Di minggu ke-2 tim medis diperkuat oleh rombongan dokter dan paramedis dari RS Boedi Kemoeliaan, Jakarta. Selain melakukan assessment dan bantuan medis, tim relawan yang terdiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan ini juga mendistribusikan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi.

Berbagai fase dialami oleh tim, sejak mulai Merapi dalam status WASPADA, saat warga bertahan sementara status sudah mulai menjadi AWAS, radius aman dari mulai 5, 10 hingga 20 km. Saat para pengungsi sudah berada di posisi aman yaitu lebih dari 20 km, berbagai issu menghantui mereka hingga sebagian panik dan mengungsi sampai ke Semarang atau ke kota lainnya yang jaraknya cukup jauh. Di sisi lain karena kepercayaannya ada pula beberapa warga masyarakat yang masih bertahan tinggal diantara abu yang beterbangan dan ‘wedus gembel’ yang mengintai setiap saat.

Berpindah-pindah tempat mengikuti jarak radius aman adalah sebuah proses yang dialami para pengungsi. Dan terkadang di tengah malam buta mereka harus segera meninggalkan tempat terkahirnya untuk menjauhi Merapi. Karenanya tikar, selimut, pakaian dalam, peralatan mandi, walau banyak disupply oleh berbagai institusi tetap saja ada kurangnya. Kalau saja bisa kita telusuri bekas tempat-tempat mengungsi yang ditinggalkan dengan tergesa, banyak selimut garis yang ditinggalkan kini tertutup abu. Jika saja ada upaya mencucinya, pasti tidak akan terjadi lonjakan harga barang bantuan seperti ini di kota besar seperti Jakarta karena kenaikan demand yang luar biasa.

Sebagian besar posko pengungsi menyediakan dapur umum bagi ‘warga’nya. Makanan yang paling umum disediakan adalah nasi bungkus dengan sedikit mi di pucuknya. Tambahan lauk berupa teri atau lainnya tentunya jadi barang mewah. Bisa dibayangkan berapa ton beras yang harus tersedia untuk mengcover konsumsi bagi hampir 400.000 pengungsi Merapi setiap harinya? Hingga kapan semua pihak yang membantu dapat bertahan? Dan jika semua telah pergi, siapa yang akan menanggung mereka?

Saat ini walau status Merapi tetap dalam kondisi AWAS, namun perubahan radius aman dari 20 km menjadi berbeda di tiap Kabupaten membuat banyak masyarakat yang telah berangsur kembali ke rumahnya. Saat ini untuk Kabupaten Boyolali menjadi 10 km, Magelang 15 km dan Sleman 20 km. Tim GRN membantu memperlancar jalur transportasi dengan membersihkan pohon-pohon kayu yang tumbang dan menutupi jalan. Inikah momentum yang merubah bencana menjadi berkah? Inikah saatnya menikmati lahan subur yang ditinggalkan abu vulkanik? Memanen pasir yang dibawa lahar dingin? Semoga!

Tak lupa disampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah merelakan sebagian harta, tenaga, waktu dan pikirannya untuk mendukung Operasi Mentawai dan Merapi Global Rescue Network:

• Indomobil/Ford
• TNI Angkatan Laut/Kolinlamil
• Eiger
• Tim Rescue Paiton
• Tim Rescue Newmont
• Tim Medis Yarsi
• Tim Medis RS Boedi Kemoeliaan
• FK Unsoed
• Tim Fisioterapi Universitas Esa Unggul
• PT Pertiwi Agung
• Global Kalimantan Makmur
• Panasonic Gobel
• Keluarga besar Arus Liar
• PT Intisar
• PT Nasional Makmur Sejahtera
• PT Cartenz Indonesia
• BNPB
• Rudy Pasaribu
• Rosrita Tioniwa
• Sidarta Atman
• Maliana Malkan
• Kusworo
• Evayanthi
• Dina Erlangga
• Farida Alamsyah
• Laurike & Gustaf
• Rina Djohar  & Iwan Hignasto
• Orang tua murid Sekolah Global Jaya International School
• Orang tua murid Tarakanita 1 Barito
• Alumni SMPN 35 Jakarta
• IWAPI DPC Kota Bogor
• Kel Arisan Pramugari Pramugara Garuda angkatan 81-84
• Abiturient ’79 Harapan Medan
• Komunitas Gereja Philadelphia Cirebon
• Komunitas Action Figure Indonesia
• LSM DIAM
• Agrika
• Malimpa UMS
• Highlander HNC
• Dyah Fitria Indri
• Jack Suryo & keluarga
• Pradiono Suriadi & keluarga
• Florence
• Petrus Purwana & Patricia Marianne
• Pinkan Permata• Susi Meilina
• Tjandra Kirana
• Tejasari Asad
• Cinita Nestiti
• Nunik Maharani
• Dini Hapsari
• Yani Netty B
• Ferry Khusaeri L
• Nita Yosita Hawadi
• Anne Ida Puspawati Tjok
• Ane
• Mira Wanadar
• Farida
• Minon Al Mahsyur
• Maria Tjandra
• Anggata Sebastian
• Ivan Yacob
• Sinta Juwita
• Irwan S Lesmana
• Retno
• Sanborne Yoe
• Sofina Darusalam
• Defi Safiatri
• Srikandini
• Sinta Junita
• Doni Suyanto
• Ria Devi
• Soraya
• Hendrinanto
• Nuraida Hidayati
• Sofiah
• Iwang Gumiwang
• Pradiono S Suriadi
• Arieza Muliawarhana
• Indra Darusman
• E Myra Juliarti
• Sony
• Billy

Amalia Yunita
14 November 2010

Categories: Mentawai, Merapi

Operation Mentawai and Merapi

November 9, 2010 1 comment

The rescue and recovery operation of GRN in Wasior has not finished, yet we were surprised by two natural disasters in the other side of the country, the eruption of volcanic Mount Merapi and tsunami that hit Mentawai Islands.  GRN immediately divided its operational focus to the other two areas.

On October 27th, one day after the tsunami, GRN Padang lead by Desco and Kibe landed in Sikakap, Mentawai and conducted early assessment and evacuation procedure in Malakopa and Mutai.  The next Saturday, October 29th, the team reached Pasar Puat Village inhabited by 580 people that had not received any kind of aid yet.

Up to this date, the Mentawai team has done some evacuation efforts and first medical aids to the tsunami victims in the villages along the coast line of North and South Pagai Sub Districts. On October 29th, the team arrived in Betu Monga and Sibeu Gunggung Villages in North Pagai, where 43 people were declared lost. At that day, the team only found 5 corpses. By October 30th, Lody Korua joined the team with some emergency goods, medical supplies, rubber rafts and 4×4 vehicles.

Meanwhile, led by Djadjo ( Dondy Rahardjo) and supported by medical teams from Yarsi, Rescue Paiton and Newmont; GRN in Merapi carried out mass medical examination in evacuation center in Ndeles Village, Kemalang and Klaten. The evacuees and affected villagers still need blankets, goggles, masks, women sanitary napkins, baby milk powder and baby foods. GRN evacuation center  (Posko Merapi) that located about 5 km from Mount Merapi, was moved to Ngaglik Village (21 km from Mount Merapi),  in Selo Sub District, Boyolali Regency when the eruption continued. It is now located in Lanud Adisuwarmo, the old airport at  Boyolali.

Up to now, GRN is still gathering goods and raising funds. Cash donation can be transferred to BCA KCP M.Haryono to Global Rescue Network, acc. No. 7160050017 Swift Code: CENAIDJA.  Goods aids can be sent to Jl. Gudang Peluru Barat Blok X no. 557, Kebon Baru, Tebet, Jakarta. Please call us first to get the latest information about goods needed by the people. If you give second-hands or used clothes, we would appreciate it if the clothes are in a good condition, cleanly washed and put in clear plastic wraps.

Contacts:
GRN Hotline: 081280911911;
Amalia Yunita: 08129491388;
Freddy Sutrisno: 08161811075;
Lody Korua: 08161993244;
Ita Budhi: 0811140624

Categories: Mentawai, Merapi

Operasi Mentawai & Merapi

November 1, 2010 Leave a comment

Belum lagi tuntas dengan upaya bantuan kemanusiaan masa Tanggap Darurat di Wasior, bencana berbeda jenis & tempat terjadi di dua tempat sekaligus dengan aktifnya Gunung Merapi dan tsunami yang menghantam Kepulauan Mentawai. Global Rescue Network segera memecah konsentrasi operasi kedua tempat tersebut. Tanggal 27 Oktober, sehari setelah bencana tsunami Tim GRN Padang dipimpin Desco dan Kibe mendarat di Sikakap dan melakukan assessment dan upaya-upaya evakuasi di Malakopa dan Mutai. Sabtu 29 Oktober tim mendatangani Desa Pasar Puat yang ditinggali oleh 580 jiwa. Sejak datang, daerah ini belum pernah mendapat bantuan apapun.

Hingga saat ini Tim Mentawai melakukan upaya evakuasi dan pertolongan pertama kepada korban tsunami dengan mendatangi desa-desa di sepanjang pesisir Kecamatan Pagai Utara dan Selatan. Sedangkan pada hari Sabtu, 29 Okt tim masuk ke desa Betu Monga, dusun Sibeu Gunggung, kec Pagai Utara dimana 43 orang dinyatakan hilang dan telah ditemukan 5 jenazah pada hari tersebut. Mulai tanggal 30 Oktober, Tim ini diperkuat dengan tim yang datang dari Jakarta dipimpin Lody Korua yang menumpang KRI Gilimanuk membawa logsitik, obat-obatan, perahu karet serta kendaraan 4X4.

Sementara Tim GRN di Merapi yang dipimpin Djadjo dengan relawan dari tim Medis Yarsi bergabung dengan Rescue Paiton dan Newmont melakukan pengobatan massal di kamp pengungsi di Desa Ndeles, Kemalang, Klaten. Para pengungsi masih membutuhkan selimut, kacamata pelindung (google), masker, pembalut wanita, susu dan makanan bayi. Lokasi posko GRN hanya di radius 5 km dari Merapi sehingga saat terjadi letupan, bersama warga tim relawan pindah lokasi ke Desa Ngaglik, Kec Selo Kab Boyolali.

Saat ini Global Rescue Network melakukan upaya pengumpulan bantuan berupa logistik atau dana yang dapat disalurkan melalui BCA KCP MT Haryono a/n Global Rescue Network no. 7160050017 Swift Code: CENAIDJA. Bantuan Logistik dapat dialamatkan ke: Jl. Gudang Peluru Barat Blok X no. 557, Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan. Diharapkan menghubungi no kontak terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan terkini dari korban bencana. (Apabila memberikan pakaian bekas layak pakai harap dalam keadaan dicuci bersih dan diberi platik pembungkus per potongnya).

Kontak:
GRN Hotline: 081280911911
Amalia Yunita: 08129491388
Freddy Sutrisno: 08161811075
Lody Korua: 08161993244
Ita Budhi: 0811140624

Terima kasih kepada:
1. L  P  S
2. Indomobil/Ford
3. TNI Angkatan Laut/Kolinlamil
4. Eiger
5. Tim Rescue Paiton
6. Tim Rescue Newmont
7. Panasonic Gobel
8. Keluarga besar Arus Liar
9. Rosrita Tioniwa
10. Sidarta Atman
11. Maliana Malkan
12. Evayanthi
13. Farida Alamsyah
14. Laurike & Gustaf
15. Rina Djohar  & Iwan Hignasto
16. Orang tua murid Sekolah Global Jaya International School
17. Dyah Fitria Indri
18. Jack Suryo & keluarga
19. Pradiono Suriadi & keluarga
20. Florence
21. Petrus Purwana & Patricia Marianne
22. Pinkan Permata
23. Susi Meilina
24. Tjandra Kirana
25. Tejasari Asad
26. Sinita Nestiti
27. Nunik Maharani

Categories: Mentawai, Merapi
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.