Operasi Mentawai & Merapi (II)
Dua minggu lebih Tim Global Rescue Network melakukan operasi kemanusiaan di Mentawai dan Merapi. Tim evakuasi dari Global Rescue Network Sumatra Barat mulai melakukan evakuasi sejak 27 Oktober hingga 5 November di 8 desa di kepulauan Mentawai. Mereka pergi ke lokasi kampung-kampung pesisir dengan menggunakan perahu walau kerap harus terkendala karena cuaca buruk. Setelah mengevakuasi dan menguburkan korban di Desa Sabeu Gunggung, Pagai Utara pada tanggal 28 Oktober, esoknya tim menemukan desa Pasapuat, Saumanganyak dalam keadaan hancur dan belum didatangi tim penolong. Sebagaimana yang dilaporkan Kibe, koordinator Lapangan GRN Sumbar, kendala cuaca buruk yang sering menghambat dan membuat logistik menumpuk di pelabuhan. Hal ini membuat tim menyiapkan tim darat dengan kendaraan 4X4. Dengan fasilitas KRI, kendaraan 4×4 diberangkatkan dari Jakarta 29 Oktober, namun tidak dapat mendarat di Sikakap karena ombak terlalu tinggi.
Tim darat mengusulkan kepada BPBD Bapak Ade Edward untuk melakukan distribusi bantuan dalam rapat koordinasi di Padang dan Sdr Lody Korua diangkat menjadi koordinator distribusi darat dengan tugas mengkoordinir tim offroader lainnya dari Sumatra Barat. Banyak kendala non teknis yang dihadapi tim hingga baru dapat melaksanakan tugasnya mulai tanggal 11 November. Saat ini tim membantu distribusi logistik di daerah Bulasat, Pagai Selatan. Distribusi logistik berjalan lancar karena terdapat jalan mulus yang membentang, namun sistem pembagian distribusi yang masih perlu dibenahi.
Sementara posko GRN di sekitar Merapi yang mulai aktif sejak 28 Oktober mengalami perpindahan sebanyak 3x dari Desa Ndeles, Klaten yang terletak dalam radius 4 km dari Merapi, kemudian berpindah ke desa Selo, Cepogo, Boyolali dan demi pertimbangan keamanan posko dipindahkan ke lokasi yang dianggap sangat aman yaitu di bandara lama Adi Sumarno. Tim medis GRN yang terdiri dari dokter dan paramedik dari Yarsi bahu membahu bersama tim medis dari Paiton dan Newmont di minggu pertama. Dengan bantuan ambulans dari LSM Diam, tim berkeliling mendatangi posko pengungsi dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Di minggu ke-2 tim medis diperkuat oleh rombongan dokter dan paramedis dari RS Boedi Kemoeliaan, Jakarta. Selain melakukan assessment dan bantuan medis, tim relawan yang terdiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan ini juga mendistribusikan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi.
Berbagai fase dialami oleh tim, sejak mulai Merapi dalam status WASPADA, saat warga bertahan sementara status sudah mulai menjadi AWAS, radius aman dari mulai 5, 10 hingga 20 km. Saat para pengungsi sudah berada di posisi aman yaitu lebih dari 20 km, berbagai issu menghantui mereka hingga sebagian panik dan mengungsi sampai ke Semarang atau ke kota lainnya yang jaraknya cukup jauh. Di sisi lain karena kepercayaannya ada pula beberapa warga masyarakat yang masih bertahan tinggal diantara abu yang beterbangan dan ‘wedus gembel’ yang mengintai setiap saat.
Berpindah-pindah tempat mengikuti jarak radius aman adalah sebuah proses yang dialami para pengungsi. Dan terkadang di tengah malam buta mereka harus segera meninggalkan tempat terkahirnya untuk menjauhi Merapi. Karenanya tikar, selimut, pakaian dalam, peralatan mandi, walau banyak disupply oleh berbagai institusi tetap saja ada kurangnya. Kalau saja bisa kita telusuri bekas tempat-tempat mengungsi yang ditinggalkan dengan tergesa, banyak selimut garis yang ditinggalkan kini tertutup abu. Jika saja ada upaya mencucinya, pasti tidak akan terjadi lonjakan harga barang bantuan seperti ini di kota besar seperti Jakarta karena kenaikan demand yang luar biasa.
Sebagian besar posko pengungsi menyediakan dapur umum bagi ‘warga’nya. Makanan yang paling umum disediakan adalah nasi bungkus dengan sedikit mi di pucuknya. Tambahan lauk berupa teri atau lainnya tentunya jadi barang mewah. Bisa dibayangkan berapa ton beras yang harus tersedia untuk mengcover konsumsi bagi hampir 400.000 pengungsi Merapi setiap harinya? Hingga kapan semua pihak yang membantu dapat bertahan? Dan jika semua telah pergi, siapa yang akan menanggung mereka?
Saat ini walau status Merapi tetap dalam kondisi AWAS, namun perubahan radius aman dari 20 km menjadi berbeda di tiap Kabupaten membuat banyak masyarakat yang telah berangsur kembali ke rumahnya. Saat ini untuk Kabupaten Boyolali menjadi 10 km, Magelang 15 km dan Sleman 20 km. Tim GRN membantu memperlancar jalur transportasi dengan membersihkan pohon-pohon kayu yang tumbang dan menutupi jalan. Inikah momentum yang merubah bencana menjadi berkah? Inikah saatnya menikmati lahan subur yang ditinggalkan abu vulkanik? Memanen pasir yang dibawa lahar dingin? Semoga!
Tak lupa disampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang telah merelakan sebagian harta, tenaga, waktu dan pikirannya untuk mendukung Operasi Mentawai dan Merapi Global Rescue Network:
• Indomobil/Ford
• TNI Angkatan Laut/Kolinlamil
• Eiger
• Tim Rescue Paiton
• Tim Rescue Newmont
• Tim Medis Yarsi
• Tim Medis RS Boedi Kemoeliaan
• FK Unsoed
• Tim Fisioterapi Universitas Esa Unggul
• PT Pertiwi Agung
• Global Kalimantan Makmur
• Panasonic Gobel
• Keluarga besar Arus Liar
• PT Intisar
• PT Nasional Makmur Sejahtera
• PT Cartenz Indonesia
• BNPB
• Rudy Pasaribu
• Rosrita Tioniwa
• Sidarta Atman
• Maliana Malkan
• Kusworo
• Evayanthi
• Dina Erlangga
• Farida Alamsyah
• Laurike & Gustaf
• Rina Djohar & Iwan Hignasto
• Orang tua murid Sekolah Global Jaya International School
• Orang tua murid Tarakanita 1 Barito
• Alumni SMPN 35 Jakarta
• IWAPI DPC Kota Bogor
• Kel Arisan Pramugari Pramugara Garuda angkatan 81-84
• Abiturient ’79 Harapan Medan
• Komunitas Gereja Philadelphia Cirebon
• Komunitas Action Figure Indonesia
• LSM DIAM
• Agrika
• Malimpa UMS
• Highlander HNC
• Dyah Fitria Indri
• Jack Suryo & keluarga
• Pradiono Suriadi & keluarga
• Florence
• Petrus Purwana & Patricia Marianne
• Pinkan Permata• Susi Meilina
• Tjandra Kirana
• Tejasari Asad
• Cinita Nestiti
• Nunik Maharani
• Dini Hapsari
• Yani Netty B
• Ferry Khusaeri L
• Nita Yosita Hawadi
• Anne Ida Puspawati Tjok
• Ane
• Mira Wanadar
• Farida
• Minon Al Mahsyur
• Maria Tjandra
• Anggata Sebastian
• Ivan Yacob
• Sinta Juwita
• Irwan S Lesmana
• Retno
• Sanborne Yoe
• Sofina Darusalam
• Defi Safiatri
• Srikandini
• Sinta Junita
• Doni Suyanto
• Ria Devi
• Soraya
• Hendrinanto
• Nuraida Hidayati
• Sofiah
• Iwang Gumiwang
• Pradiono S Suriadi
• Arieza Muliawarhana
• Indra Darusman
• E Myra Juliarti
• Sony
• Billy
Amalia Yunita
14 November 2010






